Cegah Korupsi, Gubernur Riau Tandatangani Kerja Sama dengan KPK RI

PEKANBARU, SumbartodaynewsCegah Korupsi, Gubernur Riau Tandatangani Kerja Sama dengan KPK RI. Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar tandatangani Perjanjian Kerja sama tentang Penanganan Pengaduan Tindak Pidana Korupsi Melalui Whistleblowing System (WBS), antara Pemprov Riau  bersama KPK RI. Kegiatan digelar di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi.

Selain penandatanganan perjanjian kerja sama, dalam kegiatan itu juga dilakukan rapat koordinasi pencegahan korupsi terintegrasi Tahun 2021. Dihadiri langsung oleh Wakil Ketua KPK RI, Nurul Ghufron, Senin (6/12/21).

“Hari ini kami telah menandatangani kerja sama dengan KPK (penanganan korupsi), dalam bentuk kerja sama WBS terintegrasi dengan KPK,” ujarnya.

Gubri menuturkan, melalui WBS tersebut, jika ada pengaduan baik dari masyarakat, dari pegawai atau dari pihak lainnya, nanti akan langsung terkoneksi dengan KPK RI.  Pengaduan ini tentunya akan dicek terlebih dahulu apakah pengaduan benar atau fitnah.

Baca Juga  Wako Hendri Septa Lepas Peserta Jalan Santai Himapekap

“Kalau ada pengaduan bisa cepat. Itu (pengaduan) masuk sama KPK juga ke provinsi juga. Dan itu ditindak lanjuti,” sebutnya.

Orang nomor satu di Riau ini menambahkan, pengaduan yang bisa diadukan oleh masyarakat atau oleh pihak manapun melalui WBS ini bisa bermacam-macam bentuknya. Intinya berkaitan dengan korupsi atau penyalahgunaan wewenang yang harus disertai dengan bukti.

Oleh karena itu, ia mengharapkan kepada seluruh OPD di lingkungan Pemprov Riau dan pemerintah daerah se Riau agar bekerja dengan baik, dengan benar dan tidak ada yang terkait korupsi.

Gubri menambahkan, jika ada oknum yang berbuat curang melakukan tindakan korupsi, maka melalui aplikasi ini semuanya akan ketahuan langsung oleh KPK.

Baca Juga  Baglog Polres Sijunjung Supervisi Logistik ke Polsek Sumpur Kudus

“Nanti akan ketahuan [melalui aplikasi ini]. Bahkan kalau ada pegawai yang mengadu, kalau pengaduan itu benar maka pegawai itu harus diberi penghargaan. Tentunya kalau tidak benar itu akan disanksi. Identitasnya (pelapor) pasti dirahasiakan,” tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Natar Nasution, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, SF Hariyanto, Asisten I Setda Riau, Masrul Kasmy, Kepala OPD di lingkungan Pemprov Riau serta Kepala Daerah se Provinsi Riau.

Oskar/hms

Bagikan

Tinggalkan Balasan