Di hari pertama kerja di tahun 2022, Wali Kota Medan Bobby Nasution langsung menjadi pembina upacara Hari Amal Bakti

SumbarTodayNews Di hari pertama kerja di tahun 2022, Wali Kota Medan Bobby Nasution langsung menjadi pembina upacara Hari Amal Bakti ke-76 Kementrian Agama (Kemenag) Republik Indonesia di MTsN 2 Medan Jalan Peratun, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang, Senin (3/2). Diharapkan, Kemenag harus terus berbenah dan prestasi yang telah diraih harus dipertahankan. Di samping itu terus berinovasi untuk mewujudkan Kemenag yang lebih baik

Upacara yang mengusung tema “Transformasi Layanan Umat” berlangsung tertib dan penuh khidmat. Di kesempatan tersebut, Bobby Nasution menyerahkan penghargaan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Joko Widodo kepada sejumlah ASN di lingkungan Kemenag Kota Medan yang telah mengabdi tanpa cacat sebagai abdi negara.

Dalam amanahnya membacakan pidato Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Bobby Nasution mengatakan, Kemenag telah hadir sebagai payung teduh bagi semua unsur umat beragama, memberikan pelayanan prima bagi masyarakat yang membutuhkan layanannya dan menjaga Pancasila, konstitusi dan NKRI untuk tetap dalam jalurnya.

Hal tersebut, kata Bobby, dibuktikan dengan Indeks Kesalehan Umat Beragama dari 82,52 di tahun 2020 meningkat menjadi 83,93 pada tahun 2021. Kemudian Indeks Kerukunan Umat Beragama juga mengalami peningkatan yang semula di tahun 2020 sebesar 67,46 menjadi 72,39 di tahun 2021. Begitu juga dengan Indeks Kepuasan Layanan KUA, juga mengalami peningkatan, dimana tahun 2019 sebesar 77,28 meningkat menjadi 78,80 di tahun 2021.

Prestasi yang telah dicapai Kemenag, imbuh Bobby, merupakan hasil kerja keras dari para perintis dan sesepuh Kemenag. “Oleh karenanya saya ingin mengucapkan terima kasih kepada segenap ASN Kemenag yang selama ini telah mengabdi dengan tulus dan menjaga martabat, kehormatan dan kinerja Kemenag,” kata Bobby Nasution.

Selanjutnya Menteri Agama (Menag) dalam sambutan tertulisnya tersebut, mengajak untuk menjadikan agama sebagai inspirasi. Dikatakannya, jadikan agama sebagai penggerak yang dapat meningkatkan daya kreativitas. Selain itu, Lima Budaya Kerja Kemenag yaitu Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggung Jawab dan Keteladanan dijadikan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi selaku ASN Kemenag.

Menag percaya, apabila berpegang teguh Lima Budaya Kerja tersebut, ASN Kemenag akan tampil sebagai sosok abdi negara yang luar biasa. Dengan demikian tema “Transformasi Layanan Umat” akan dengan cepat dan mudah dilakukan. Transformasi yang dimaksud meliputi perubahan sikap dan perilaku yang lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta peningkatan sarana dan prasarana dan mempermudah kinerja Kemenag memberikan layanan kepada masyarakat.

Givan/Hms

Bagikan

Tinggalkan Balasan