Dinilai Janggal, LPMN Talu Pertanyakan Program Ketahanan Pangan

0

LPMN Pertanyakan Program Ketahanan Pangan Nagari Talu

Pasaman Barat, Sumbartodaynews – Program ketahanan pangan yang dikelola oleh Nagari Talu Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat  tahun anggaran 2022, dengan budidaya tanaman cabai, bawang, dan budidaya ikan yang berada di lima Jorong Nagari Talu, yakni Sungai Janiah, Tabek Sirah, Jorong Merdeka, Perhimpunan Nagari Talu, dan Patomuan dengan anggaran 20 % dari dana desa diduga tidak membawa dampak positif bagi warga,  karena program ketahanan pangan tersebut dikelola oleh Nagari Talu dan bukan diserahkan kepada masyarakat.

Mahyudanil selaku Wali Nagari Talu mengatakan, pengelolaan program ketahanan pangan Nagari Talu ini merupakan kebijakan Wali Nagari. Kalau diserahkan kepada masyarakat dikhawatirkan nantinya akan ada muncul rasa kecemburuan dari warga yang tidak mendapatkan bantuan. Disamping itu, hal ini juga beban bagi kami.

“Sebetulnya tidak ada yang istimewa dengan menanam bawang maupun cabai, karena pada umumnya hal ini sudah banyak dilakukan oleh masyarakat. Namun hal ini dilakukan sebagai upaya agar anggaran dana desa yang di kungkung penggunaan nya itu kita jadikan kegiatan atau usaha sesuai dengan tuntutan dan ketentuannya, sehingga hasil yang didapatkan nantinya akan di serahkan ke Bumnag. Tentunya dengan harapan suatu saat nanti bisa menjadi aset nagari. Kalau ini dilakukan secara kontinuitas dan dikelola dengan baik oleh Bumnag, setidaknya nagari kita akan jadi semi mandiri,” terangnya menjelaskan.

Baca Juga  Bupati Eka Putra: Ikuti MCP KPK

Menanggapi Pernyataan Wali Nagari Talu tersebut, Ketua LPMN (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Nagari) Talu Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat angkat bicara dan mempertanyakan terkait program ketahanan pangan yang dikelola oleh nagari tanpa melibatkankan LPMN sebagai lembaga mitra strategis diluar Pemerintahan Nagari yang membantu dalam meningkatkan partisipasi dan pelayanan penyelenggaraan masyarakat Nagari.

“Saya mewakili kawan -kawan dari LPMN dan juga mewakili dari beberapa masyarakat Talu menanyakan kenapa dalam Program Ketahanan Pangan Nagari Talu, LPMN tidak dilibatkan baik perencanaan dan sebagainya. Hal ini juga pernah kami pertanyakan sebelumnya baik kepada Wali Nagari maupun Bamus Nagari. Saat itu ketua Bamus mengatakan LPMN tidak punya kewenangan ataupun regulasi dalam Program Ketahanan Pangan,” mohon penjelasannya. Kata Ketua LPMN Nagari Talu pada acara Audiensi ketahanan pangan dengan LSM dan pers di Kantor Wali Nagari Talu (16/03).

Baca Juga  Kegiatan Rajawali yang Ke-empat, di Hadiri Bupati Eka Putra

Dia menambahkan, selain meningkatkan partisipasi dan pelayanan penyelenggaraan bagi masyarakat, LPMN juga ikut serta didalam perencanaan, pelaksanaan dan pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Nagari.

Sesuai dengan Permendagri Nomor 18 Tahun 2018 Tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa yang saat ini menjadi acuan lembaga – lembaga yang ada di Nagari/Desa dalam menjalankan tugas dan fungsinya, katanya melanjutkan.

Disisi lain Ketua LSM P2NAPAS ( Perkumpulan Pemuda Nusantara Pasaman) Ahmad Husein, mengatakan Program Ketahanan Pangan Nagari Talu Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat tidak transparan, dengan tanpa melibatkan LPMN Nagari Talu dan diduga ada kejanggalan tanpa perencanaan yang matang. Hal ini dibuktikan dengan budidaya Ikan yang anggarannya sekitar Rp 24.000.000 (dua puluh empat juta rupiah) akan tetapi hasil yang didapat hanya Rp 6.000.000 (enam juta rupiah) jelas mengalami kerugian.

Ahmad Husein menambahkan, program ketahanan pangan Nagari Talu yang dianggarkan 20% dari Dana Desa atau berkisar Rp 300.000.000 (tiga ratus juta rupiah), diduga hanya modus dari dari beberapa oknum tertentu untuk mengolah keuangan Nagari demi kepentingan pribadi atau perorangan, dan bukan untuk kepentingan ketahanan pangan regulasi karena SOP yang digunakan tidak jelas.

Baca Juga  Bupati Eka Putra: Dalam Waktu Dekat Pabrik Saus tomat akan dibangun di Nagari Lawang Mandahiling

“Kami meminta Inspektorat Kabupaten Pasaman Barat untuk turun dan mengaudit kembali keuangan Nagari Talu, baik Anggaran Dana Desa maupun Anggaran Dana Nagari, tahun anggaran 2022,” ujarnya mengakhiri.

Krismon

(*)

Ayo Bergabung Bersama Fanpage SUMBARTODAYNEWS Untuk Mendapatkan Berita Dan Informasi Terbaru Daerah, Nasional, Dan Internasional.

Ikuti Grup SUMBARTODAYNEWS Untuk Mendapatkan Berita Dan Informasi Terbaru Daerah, Nasional, Dan Internasional

Ikuti Juga Twitter SUMBARTODAYNEWS Untuk Mendapatkan Berita Dan Informasi Terbaru Daerah, Nasional, Dan Internasional

Bagikan

Tinggalkan Balasan