Dipaksa Jalan Kaki Masuk Areal Produksi Aqua, Bupati Solok Tabik Rabo

Sumbartodaynews.com – Bupati Solok, Epyardi Asda tabik rabo / marah di pabrik Aqua/ PT Tirta Investama Solok, yang terletak di Jorong Kayu Aro, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Kamis 10/11/2022

Marah-marahnya Epyardi Asda itu, tersebar luas dalam bentuk rekaman video Facebook salah seorang anggota DPRD kabupaten Solok Septrismen dari partai Gerindra

Dalam rekaman itu, tampak Epyardi Asda marah-marah akibat harus jalan kaki dari gerbang masuk hingga ke lokasi perkantoran perusahaan.

Epiardi asda menyampaikan kepada media tolong tulis, betapa angkuhnya Aqua di Solok ini. Bupati saja bahkan Sekda dan pimpinan DPRD, tidak dihargai di perusahaan ini,” sebut Epyardi Asda sebagaimana terekam dalam video yang ditayangkan di akun Facebook septrismen.

Baca Juga  PWM Sumbar Resmi Lantik Aljufri, SS, Sebagai Kepala Sekolah MAM Talu Periode 2023-2027

Epyardi Asda, juga meminta staf PT Tirta Investama Solokyang menyambutnya di halaman kantor, untuk memperlihatkan dokumen legalitas perusahaan yang memproduksi air minum dalam kemasan (AMDK) itu

Dalam momen marah-marah tersebut Epyardi Asda menyebut, kedatangannya hari itu juga telah diawali dengan pengiriman surat resmi. “Anda berada di kampung saya. Tak ada kewenangan gubernur di sini. Jika gubernur datang kesini, saya usir gubernur itu. Biar anda tahu siapa saya,” kata Epyardi.

“Tak ada urusan dengan gubernur di sini. Saya bupatinya di sini. Kamu suruh saya jalan kaki dari depan,” tambah Epyardi dengan suara setengah berteriak.

Kedatangan Epyardi ini, tak lepas dari pertemuan perwakilan PT Tirta Investama Solok dengan Gubernur Sumbar, Mahyeldi, di Istana gubernuran Sumbar, Jumat (4/10/2022) lalu.

Baca Juga  7 Pengawas Pemilu Kelurahan/Desa Se-Kecamatan Talamau Resmi Dilantik, Siap Awasi Pemilu Serentak 2024

Dalam pertemuan itu, Institutional Legal and Legal Affairs Director PT Tirta Investama Solok, Luqman Fauzi menyampaikan, adanya perselisihan pemberian upah bagi pekerja dengan perusahaan.

Dimana, karyawan melayangkan tuntutan terkait upah lembur yang berasal dari 2 jam kerja dan 1 jam waktu istirahat.

“Kami masih berselisih paham mengenai pembayaran upah lembur 1 jam pada waktu istirahat,” ungkap Luqman Fauzi dalam pertemuan itu.

Wartawan: Eki Afriadi

Bagikan

Tinggalkan Balasan