Ikan Larangan Mati Diduga karena Bocor Limbah dari PT BSS Pasaman Barat, Perusahaan Kondisi Terancam

Ikan Larangan Mati diduga karena Bocor Limbah dari PT BSS Pasaman Barat, Perusahaan Kondisi Terancam

Pasaman Barat, Sumbartodaynews.com – Ikan larangan yang mati di sungai batang alin, Nagari Muara kiawai jorong simpang tigo alin, kecamatan gunung tuleh, kabupaten Pasaman Barat. Banyak ikan yang mati karena diduga ada pipa limbah yang bocor dari PT Berkat Sawit Sejahterah (PT. BSS).

Hal ini di benarkan oleh salah satu masyarakat yang enggan di sebutkan namanya mengatakan “Masyarakat di sini sangat merasa tidak senang karena sungainya di cemari oleh limbah tersebut sekitar 2 atau 3 hari yang lalu limbah ini di buang ke sungai tersebut sampai banyak ikan yang mati di sungai batang alin ini dan juga ada warga yang menangis karena melihat ikan yang mati saat mengumpulkan ikan yang mati ini.

Banyak warga yang menuntut atas kejadian ini, yang pertama warga ingin limbah ini jangan di buang ke sungai batang alin, yang kedua mengenai ikan yang mati itu diganti, dan apa kompensasinya terhadap masyarakat selama
pabrik ini di bangun sampai sekarang, adapun adanya itu adalah dana CSR dari pihak perusahaan dan itu hanyalah untuk orang – orang yang tertentu, istilahnya hanya orang yang mempunyai sayap. jangankan untuk menikmati, untuk mencicipi saja masyarakat tidak pernah merasakannya dan jumlah KK masyarakat daerah muara kiawai jorong simpang tigo alin, kecamatan gunung tuleh, kabupaten pasaman barat ini ada sekitar 250 KK.

kemana kita buang limbah itu kalau tidak ke sungai, tapi limbah yang bagaimana yang harus kita buang ke sungai, tuturnya salah satu masyarakat kepada awak media.

Ikan Larangan Mati diduga karena Bocor Limbah dari PT BSS Pasaman Barat, Perusahaan Kondisi Terancam

Bupati Pasaman Barat Hamsuardi langsung turun ke lapangan untuk mengecek kejadian pencemaran limbah pabrik ini, “memang ada laporan masyarakat tentang dugaan limbah bocor, air limbah yang bocor sampai ke sungai batang alin yang menyebabkan ikan mati. Saya minta pihak perusahaan segera untuk menyelesaikan persoalan tersebut, jika tidak Pemkab Pasaman Barat tidak akan sungkan menutup perusahaan, jika ada pipa bocor segera perbaiki, jika nanti terjadi hal yang serupa, saya akan tutup perusahaannya” ” tutur hamsuardi pada hari selasa 3/8/2021.

Tidak hanya itu yang dikatakan Bupati Pasaman Barat, dia juga meminta kepada masyarakat agar mengawasi jalannya operasional perusahaan. Jika ada suatu kejanggalan, segera memberikan laporan sehingga dapat ditindaklanjuti oleh kepala daerah dan tidak hanya PT. BSS Seluruh perusahaan di Pasaman Barat saya minta tertib aturan, jangan ada yang melanggar.

Saat dikonfirmasi oleh awak media kepada Humas PT. BSS, Marjohan membenarkan ada limbah pabrik sampai ke sungai yang menyebabkan ikan mati.

Tim

Bagikan

Tinggalkan Balasan