Inovasi penggunaan bahan ramah lingkungan terus dikembangkan oleh sejumlah maskapai penerbangan

0

 

Inovasi penggunaan bahan ramah lingkungan terus dikembangkan oleh sejumlah maskapai penerbangan
Foto:Pesawat yang menggunakan biofuel

Sumbartodaynews.com, Jepang – MINYAK BEKAS – Inovasi penggunaan bahan ramah lingkungan terus dikembangkan oleh sejumlah maskapai penerbangan, termasuk di Jepang. Salah satunya menggunakan minyak goreng bekas.

Mereka mencoba beralih ke bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Beberapa maskapai penerbangan asal telah bergabung dengan sekolompok negara untuk mencapai netralitas karbon pada 2050.

Mereka berusaha menyusul negara-negara di Eropa dan Amerika Serikat yang sudah menempatkan biofuel dari bahan-bahan seperti minyak goreng bekas untuk penggunaan bahan bakar pesawat komersial.

Sebelumnya, produsen pesawat besar Airbus SAS telah meluncurkan konsep untuk pesawat tanpa emisi bertenaga hidrogen yang rencannya akan mulai beroperasi pada 2035. Bahan bakar ini juga dipandang sebagai sumber alternatif untuk menerbangkan pesawat.

Kawasaki Heavy Industries Ltd mengumumkan rencana untuk memasuki bisnis pesawat bertenaga hidrogen, yang bertujuan untuk memimpin dalam teknologi inti untuk mesin hidrogen dan tangki bahan bakar hidrogen cair.

Pada akhir Juni 2021, jet pribadi yang dikembangkan oleh Honda Motor Company terbang dari Prefektur Kagoshima di barat daya Jepang ke bandara Haneda Tokyo, merupakan penerbangan pertama yang menggunakan biofuel yang dihasilkan dari euglena, sejenis ganggang.

Penyedia bahan bakar dari Jepang Euglena Co menyebut sekitar 10% dari biofuel yang digunakan untuk penerbangan berasal dari euglena dan sisanya dari limbah minyak.

Jepang tertinggal beberapa tahun karena sudah ada produsen biojet terkemuka di luar negeri,” kata Akihiko Nagata, Wakil Presiden Eksekutif perusahaan tersebut dalam sebuah konferensi pers.

Karbon dioksida atau CO2 yang dihasilkan ketika biofuel dibakar akan menghasilkan minyak, sumber biofuel, dan menyerap CO2 ketika tumbuh melalui fotosintesis. Bahkan sebelum pandemi Covid-19, sektor transportasi menyumbang sekitar 18% dari total emisi CO2 di Jepang.

Ricky-Info Japan

 

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan