Jaksa Tuntut Teddy Minahasa Dengan Hukuman Mati

0

Jaksa Tuntut Teddy Minahasa Dengan Hukuman Mati

Sumbartodaynews – Mantan Kapolda Sumatera Barat Irjen Teddy Minahasa dituntut hukuman mati atas kasus penggelapan barang bukti sabu-sabu seberat 5 kg. Jaksa penuntut umum mengatakan tidak ada hal-hal yang dapat meringankan tuntutan yang dijatuhkan kepada Teddy Minahasa sebab tindakannya sudah merusak kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Teddy Minahasa dituntut hukuman pidana mati karena dinilai bersalah telah melanggar pasal primair Pasal 114 Ayat 2 jucto Pasal 55 KUHP. Putusan ini disampaikan jaksa dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (30/3).

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Teddy Minahasa Putra dengan pidana mati,” tegas jaksa

Jaksa kemudian membeberkan hal-hal yang memberatkan Teddy Minahasa dalam kasus narkoba yang menjeratnya di antaranya, Teddy Minahasa meraup keuntungan dari hasil penjualan jenis sabu.

Selain itu status Teddy Minahasa sebagai anggota Polri yang menjabat Kapolda Sumatera Barat seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberantas peredaran gelap narkoba, namun dalam hal ini Teddy justru melakukan yang sebaliknya.

“Terdakwa justru melibatkan dirinya dan anak buahnya dengan memanfaatkan jabatannya dalam peredaran gelap narkotika sehingga sangat kontradiksi dengan tugas dan tanggungjawab sebagai Kapolda dan tidak mencerminkan seorang aparat penegak hukum yang baik dan mengayomi masyarakat,” kata jaksa tegas.

Lebih daripada itu Jaksa menilai tindakan Teddy telah merusak kepercayaan publik terhadap institusi Polri yang anggotanya sekitar 4 ratus ribu personel. Perbuatan Teddy juga disebut telah merusak nama baik Polri.

Meskipun demikian Teddy tetap bersikukuh dengan tidak mengakui perbuatannya dan berbelit-belit dalam memberikan keterangan di persidangan.

“Perbuatan terdakwa sebagai kapolda telah mengkhianati perintah presiden dalam penegakan hukum dan pemberantasan peredaran narkotika,” lanjut jaksa.

Seperti diberitakan sebelumnya tindakan Teddy Minahasa dan anggotanya mengemparkan serta menambah rentetan panjang keburukan polri dimata masyarakat. Sebagai penegak hukum Teddy Minahasa sudah merendahkan dan mempermalukan institusi kepolisian dengan mengedarkan kembali barang bukti sabu yang ditangkapan anggotanya, AKBP Dody Prawiranegara yang turut terlibat dalam kasus ini.

Kasus ini bermula saat Polres Bukittinggi yang dipimpin AKBP Dody Prawiranegara hendak memusnahkan barang bukti 40 kg sabu. Teddy yang saat itu menjabat sebagai Kapolda Sumatera Barat, diduga memerintahkan Dody untuk menukar sabu sebanyak 5 kg dengan tawas.

Selain Teddy dan Dody, masih ada sederet nama yang yang menjadi terdakwa dalam perkara ini, diantaranya yakni Kompol Kasranto, Aiptu Janto, Linda Pudjiastuti alias Mami Linda alias Anita Cepu, Syamsul Maarif, dan M Nasir alias Daeng.

Mereka didakwa dengan Pasal 114 Ayat 2 Subsider Pasal 112 Ayat 2 Juncto Pasal 55 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

(*)

***

Klik Disini Untuk Bergabung Bersama Fanpage SUMBARTODAYNEWS Agar Tidak Ketinggalan Berita Dan Informasi Terbaru Daerah, Nasional, Dan Internasional.

Klik Disini Untuk Mengikuti Grup SUMBARTODAYNEWS Untuk Selalu Update Berita Dan Informasi Terbaru Daerah, Nasional, Dan Internasional

Klik Disini Untuk Mengikuti Twitter SUMBARTODAYNEWS Untuk Mendapatkan Berita Dan Informasi Terbaru Daerah, Nasional, Dan Internasional

***

Bagikan

Tinggalkan Balasan