Karyawan SPBU Di Keroyok Massa
Karyawan SPBU Di Keroyok Massa

Bandung, Sumbartodaynews – Salah satu karyawan SPBU Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat dikeroyok oleh masa.Mulyani (22) (salah satu saksi) mengatakan, keributan berawal ketika salah satu pegawai SPBU Cipadung yang berinisal K (20), menegur seorang pedagang di depan SPBU Cipadung karena menimbulkan kerumunan dan merokok di depan SPBU.

Saat ditegur oleh K, pedagang itu tidak terima dan beradu mulut dengan K. Selain itu, sempat terjadi perselisihan antara K dan pedagang yang belum diketahui identitas itu.

Baca juga: https://sumbartodaynews.com/bajaj-jepang-dulu-ada-di-jakarta/

Pedagang tersebut tak terima lantaran merasa sudah lama berjualan di depan SPBU Cipadung tersebut. Selanjutnya, K yang merupakan asal Tangerang ini disebut sempat mengucapkan kata tak pantas kepada pedagang akibat kesal tak mengindahkan tegurannya.

Pedagang tersebut tersulut emosinya karena K menyinggung soal SARA. Perselisihan ini akhirnya berhasil dilerai oleh aparat setempat.

Kejadian ini berlanjut dengan damai dan permohonan maaf K atas tuntutan pedagang karena perlakuan yang diterimanya. Bahkan kejadian berlanjut didiskusikan di forum RW serta pembuatan video permintaan maaf K.

“Kemarin udah sempet minta maaf, bahkan sampe ke RW juga bikin video permintaan maaf. Udah gitu yang uploadnya juga polisi,” ujar Mulyani.

Namun, pada Selasa sekitar pukul 12.30 keributan kembali terjadi di depan SPBU Cipadung. Sekelompok orang menyerbu dan melakukan tindakan pengeroyokan terhadap K, dan peristiwa tersebut sempat terekam oleh kamera HP salah satu warga yang kebetulan berada disana dan menjadi viral di medsos.

Petugas SPBU Cipadung akhirnya meminta maaf lagi, usai video pengeroyokan dirinya di SPBU viral. Video permohonan maafnya ini diakui tanpa paksaan pihak manapun dan tulus dari dalam dirinya. Sebelumnya karyawan SPBU tersebut juga telah meminta maaf melalui video dan sebuah surat yang diunggah di akun Instagram
@polsek.panyileuk.restabesbdg.

Namun sejumlah masyarakat yang geram karena ulahnya membawa-bawa suku sunda, tetap mengkeroyoknya tempatnya bekerja. “Semoga dari kasus ini kita bisa belajar untuk menjaga lisan dan prilaku kepada siapapun dan
dimanapun.

 

( Hms )

Bagikan

Tinggalkan Balasan