Komoditas Kebutuhan Pokok Alami Fluktuasi

PADANG PANJANG, SumbarTodayNews –Komoditas Kebutuhan Pokok Alami Fluktuasi, Beberapa komoditas kebutuhan pokok selama minggu ketiga dan keempat September ini, mengalami fluktuasi. Ada yang mengalami kenaikan harga dan ada beberapa komoditas yang harganya relatif cukup stabil.

“Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terhadap harga rata-rata 44 komoditi pangan strategis di Pasar Pusat Padang Panjang ada komoditas yang harga jualnya cukup stabil dan ada juga yang mengalami kenaikan,” kata Kabag Perekonomian Setdako, Putra Dewangga, SS, M.Si saat ditemui kominfo di ruang kerjanya, Rabu (29/9).

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan yakni daging sapi naik Rp 5.000 dari Rp 130.000/kg menjadi Rp 135.000/kg. Cabai Hijau naik menjadi Rp 26.500 dari sebelumnya Rp 26.000/kg. Cabai Rawit juga naik Rp 500 dari Rp 40.500/kg menjadi Rp 41.000/kg. Cabai Merah naik Rp 4.000 menjadi Rp 35.000 dari sebelumnya Rp 31.000/kg. Bawang Putih dari Rp 27.000 naik menjadi Rp 27.500/kg. Kacang Hijau dari Rp 25.000 juga naik menjadi Rp.25.500/kg.

Selanjutnya, Buncis naik Rp 4.000 menjadi Rp 12.000/kg dari sebelumnya Rp 8000. Wortel naik menjadi Rp 11.000/kg dari harga semula Rp 10.000. Bawang Daun naik Rp 1.000 dari harga semula Rp 13.000/kg menjadi Rp 14.000/kg. Seledri naik menjadi Rp 24.000/kg dari sebelumnya Rp 20.000/kg.

Untuk harga komoditi Beras kualitas I naik Rp 125 dari Rp 12.000/kg menjadi Rp 12.125/kg. Beras kualitas II naik Rp 63 dari Rp 11.250 menjadi Rp 11.313/kg.

Beberapa bahan komoditi yang mengalami penurunan, di antaranya Daging Ayam Broiler turun sebesar Rp 500 dari Rp 29.000/kg menjadi Rp 28.500/kg. Ikan Asin Teri turun Rp 3.750 menjadi Rp 87.500/kg dari sebelumnya Rp 91.250/kg.

Menurut Putra, kenaikan tersebut terjadi secara spontan tergantung permintaan dan pasokan. Bahkan ada satu komoditi yang mengalami kenaikan harga hingga 50% yang disebabkan mulai berkurangnya pasokan stok komoditi di pasaran, sehingga mempengaruhi harga pasar. Sebaliknya, untuk komoditi yang mengalami penurunan harga, dapat terjadi karena stok di pasar melebihi permintaan konsumen.

“Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok itu katanya, akibat pasokan berkurang dari produsen kepada pedagang yang ada di pasar, sementara kebutuhan tinggi. kami berharap harga kebutuhan pokok berlaku secara umum dan tidak terjadi kenaikan. Ada komitmen dari distributor, berjanji melakukan pemantauan stok masing-masing agen,” ungkapnya.

Lanjutnya lagi, pada minggu keempat ada komoditi yang mengalami perubahan harga secara signifikan, yaitu buncis sebesar 50%. Namun, komoditi ini bukan termasuk komoditi strategis yang mempengaruhi daya beli masyarakat secara umum.

“Secara umum fluktuasi harga masih dalam batas kewajaran, atau di bawah 25%,” pungkasnya.

Kepada para pedagang, Putra mengimbau untuk tetap memasarkan dagangannya secara wajar dan sesuai dengan standar jual beli pasar yang berlaku dan tidak merugikan konsumen maupun pedagang itu sendiri.

“Selagi itu tidak berbahaya, kenaikan harga itu tidak perlu dikhawatirkan. Justru itu menunjukan adanya perkembangan di ekonomi kita,” tutupnya.

Givan/hms

Bagikan

Tinggalkan Balasan