Masri Malay Laporkan Direktur CV. TKJ Ke Polresta Dan Kejaksaan

0

Masri Malay Laporkan Direktur CV. TKJ Ke Polresta Dan Kejaksaan

Pasaman Barat, Sumbartodaynews – Masri Malay yang merupakan putra Pasaman Barat di dampingi oleh kuasa hukumnya dari kantor hukum Sofyandi Siregar dan Rekan melaporkan Direktur CV. TKJ atas dugaan tindak pidana penipuan ke Polres kota Padang, Senin (16/1).

Selain itu Masri Malay juga melaporkan dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh CV. TKJ  ke Kejaksaan Negeri Simpang Empat Jum’at (27/1) sekitar pukul 14.45 WIB.

Berdasarkan pantauan Punggawa Sumbartodaynews Laporan tersebut di terima langsung oleh bagian pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) Kejaksaan Negeri Simpang Empat Pasaman Barat atas nama Winda.

“Benar saya sudah laporkan pihak yang memberikan cek kosong kepada saya ke Polresta Padang, dan hari ini saya laporkan juga dugaan tindak pidana korupsi pihak perusahaan kontraktor tersebut ke Kejaksaan Negeri Simpang Empat ” kata Masri Malay di dampingi oleh kuasa hukumnya Kasmanedi dan Sofyandi Siregar.

Kuasa hukum Masri Malay meminta agar pihak Polresta Padang segera memanggil pihak yang terlibat dalam perkara dugaan penipuan tersebut, begitupun meminta agar pihak Kejaksaan segera usut tuntas seterang-terangnya dugaan tindak pidana korupsi dalam perkara pekerjaan proyek pembangunan di gedung perternakan dan kesehatan hewan – UPTD Ternak Unggas dengan pagu dana Rp. 909.274.695,- (sembilan ratus sembilan juta, dua ratus tujuh puluh empat ribu, enam ratus sembilan puluh lima rupiah).

“Pekerjaan proyek tersebut jelas menyalahi aturan hukum dengan cara pihak CV. TKJ sebagai pemenang tender memberikan kuasa Direktur penuh kepada pihak lain yang bernama SFR (61th) yang bukan bagian dari perusahaan kontraktor tersebut, ditambah lagi adanya dugaan pihak perusahaan dapat fee untuk itu sehingga berani mensubkan kepihak lain” tambahnya yang didampingi kuasa hukum Kasmanedi.

Akibat dari ketidak profesionalan pihak kontraktor tersebut Masri Malay mengalami kerugiaan Rp. 242.289.000,- (dua ratus empat puluh dua juta, dua ratus delapan puluh sembilan ribu rupiah) sehingga pantas dan layak perkara ini di laporkan olehnya kepihak penegak hukum.

Sebelumnya hal ini pernah di beritakan dengan judul Matrial besi yang di pakai untuk pembangunan pagar UPTD diduga tidak sesuai spek, namun pihak direktur perusahaan enggan memberikan tanggapan dan pasrah apapun akibat hukumnya.

Terpisah,  Kejaksaan Negeri Pasaman Barat, mengatakan jika berkasnya pengaduan tersebut belum sampai ketangan mereka.

(Faishal)

Tinggalkan Balasan