Sebelum Tewas Arfan Saragih Diduga Mendapat Ancaman Dari Kapolres

0

Sebelum Tewas Arfan Saragih Diduga Mendapat Ancaman Dari Kapolres, “Kami Akan Membuat Anak Istrimu Menderita”

Sumbartodaynews Kematian Bripka Arfan Saragih yang terbilang tragis meninggalkan luka bagi pihak keluarga terutama Jeni Irene Simorangkir istri almarhum yang merasa terpukul usai kematian suaminya akibat racun sianida. Jeje mengatakan sebelum ditemukan tewas suaminya sempat menerima ancaman.

Bripka Arfan Saragih merupakan personil Polres Samosir, Polda Sumatera Utara yang ditemukan tewas di tebing curam Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Dia dinyatakan oleh pihan berwajib bunuh diri akibat minum racun sianida yang dipesan dari Bogor.

Kendati demikian sang istri tidak percaya dengan laporan pihak kepolisian, Jeni menilai ada pihak-pihak yang mencoba untuk membungkam suaminya akibat mengungkap penggelapan uang wajib pajak senilai 2,5 miliar di Samsat Samosir UPT Pangururan.

“Almarhum sudah berjuang. Sudah punya itikad baik (mengungkap penggelapan wajib pajak), tapi kenapa masih seperti ini. Kenapa suami saya justru malah meninggal,” kata Jeni Simorangkir di Medan, Jumat (25/3).

Sambil menitikan air mata Jeni menyebut kalau almarhum telah memiliki dua orang anak yang masih kecil. Masih butuh sosok seorang ayah. Jeni menyebut sebelum suaminya ditemukan meninggal ada ancaman yang datang kepadanya dari Kapolres Samosir.

Ancaman tersebut berbunyi, “kami akan membuat anak istrimu menderita”. “Sekarang bukti dari ancaman itu memang benar kami rasakan”, kata Jeni.

Saat ditanyakan siapa yang mencoba mengancam suaminya. Jeni Irene Simorangkir menyebut: “Bapak Kapolres.”

Pasca kematian Bripka Arfan Saragih, keluarga almarhum menyampaikan keluh kesah ke Mapolda Sumut. Hingga Jumat (24/3), pihak keluarga keberatan dengan kematian Arfan yang dinyatakan bunuh diri pada 6 Februari 2023 lalu.

Diketahui, Bripka Arfan, ditemukan tewas usai menggelapkan uang wajib pajak kurang lebih 2,5 Milliar di Samsat Samosir UPT Pangururan.

Meski Tim ahli digital dan tim Forensik telah menerangkan penyebab kematian Bripka Arfan pada konferensi pers beberapa waktu lalu di Mapolres Samosir, pihak keluarga belum menerimanya.

Kapolres Samosir, AKBP Yogie Hardiman, Senin (20/3) lalu menyampaikan, berdasarkan fakta autopsi dan pemeriksaan luar dalam kedokteran forensik, kematian Bripka Arfan Saragih karena bunuh diri dengan meminum cairan sianida.

“Hasil pemeriksaan dokter Forensik Bripka AS meninggal akibat minum cairan sianida,” kata Kapolres Samosir.

Bripka Arfan Saragih ditemukan tewas di tebing curam Dusun Simullop, Desa Siogung Ogung, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir oleh sesama rekan polisinya pada 6 Februari lalu.

Menurut keterangan polisi, di dekat jenazah mayat Bripka Arfan, ditemukan botol minuman bersoda berwarna keruh yang diduga telah dicampur dengan racun sianida dan botol diduga berisi serbuk racun.

Kemudian, pada jarak 80 cm dari tubuh korban ditemukan tas berwarna hitam merk Asus yang di dalamnya terdapat 19 BPKB dan 25 STNK.

Belakangan, pihak keluarga yang merasa kematian Arfan janggal, didampingi pengacara melapor ke Mapolda Sumut. Saat ini kasus kematian Bripka Arfan Saragih sudah ditangani oleh Polda Sumatera Utara, Kapolda berjanji akan menangani kasus ini secara profesional dan transparan.

(*)

***

Klik Disini Untuk Bergabung Bersama Fanpage SUMBARTODAYNEWS Agar Tidak Ketinggalan Berita Dan Informasi Terbaru Daerah, Nasional, Dan Internasional.

Klik Disini Untuk Mengikuti Grup SUMBARTODAYNEWS Untuk Selalu Update Berita Dan Informasi Terbaru Daerah, Nasional, Dan Internasional

Klik Disini Untuk Mengikuti Twitter SUMBARTODAYNEWS Untuk Mendapatkan Berita Dan Informasi Terbaru Daerah, Nasional, Dan Internasional

***

Bagikan

Tinggalkan Balasan