Sejumlah wilayah di Kota Medan, termasuk ruas jalan masih tergenangi air akibat intesitas hujan cukup tinggi

SumbarTodayNews Sejumlah wilayah di Kota Medan, termasuk ruas jalan masih tergenangi air akibat intesitas hujan cukup tinggi. Kondisi itu terjadi akibat tingginya sedimentasi dan penampang drainase yang kecil sehingga tidak dapat menampung debit air saat hujan deras turun. Menyikapi hal itu, Pemko Medan terus membenahi drainase guna meminimalisir terjadinya genangan tersebut. Di samping itu juga sedang mempersiapkan berbagai perencanaan penanggulangan banjir jangka panjang agar Kota Medan terbebas dari banjir.

Demikian disampaikan Wali Kota Medan Bobby Nasution saat memimpin Rapat Evaluasi Banjir di Kota Medan di Restoran Kenanga Jalan Jamin Ginting Kecamatan Medan Tuntungan, Jumat (26/11). Didampingi Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman dan Asisten Pemerintahan Setda Kota Medan M Sofyan, Bobby mengungkapkan, guna mengatasi permasalahan banjir ini, Pemko Medan menargetkan akan mengurangi titik banjir, intensitas terjadinya banjir dan mengurangi luas genangan pada saat terjadi hujan baik intensitas ringan, sedang hingga berat.

“Ini harus ada capaian solusinya setiap wilayah. Pemko Medan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan memiliki 5 UPT di 21 kecamatan. Ini (UPT) tentunya yang paling utama dalam mengatasi persoalan banjir, pastikan aliran air dari hulu ke hilir dapat mengalir dengan baik. Artinya, aliran yang paling hulu di Kecamatan Medan Tuntungan sampai dengan aliran di hilirnya, baik itu drainase, sungai maupun anak sungai yang ada di Kota Medan terkoneksi dengan baik,” kata Bobby Nasution dihadapan para Asisten Setda Kota Medan 5 UPT Dinas PU, pimpinan OPD terkait serta Camat se Kota Medan.

Saat ini, ungkap Bobby, ada sekitar 1.514 masih titik genangan air di Kota Medan. Untuk itu, Bobby meminta kepada unsur terkait untuk menemukan solusi dan langsung mengerjakannya agar titik-titik air tersebut dapat berkurang. “Saya minta titik-titik genangan air yang menjadi skala prioritas harus dikerjakan secepatnya,” tegasnya.

Plt Kadis PU Kota Medan Ferri Ichsan membenarkan, saat ini ada 1.514 lokasi titik genangan air seperti yang disampaikan Wali Kota. Dikatakannya, data itu sesuai laporan yang disampaikan masing-masing kecamatan tahun 2020. Untuk mengatasi titik genangan air tersebut, jelas Ferri, Dinas PU akan melakukan berbagai langkah teknis.

“Kita akan lakukan identifikasi serta pemetaan kondisi lokasi banjir dan genangan dengan melibatkan pihak kecamatan dan pihak kelurahan. Kemudian melakukan identifikasi dan evaluasi seluruh kinerja saluran eksisting primer dan sekunder yang ada, termasuk gorong-gorong, validasi dan updating pemetaan catchment dan catchment sungai dan drainase berdasarkan hasil kondisi lapangan. Di samping itu pembuatan database dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) Sistem Drainase Perkotaan dan normalisasi anak-anak sungai dan sungai yang ada di Kota Medan,” jelas Ferry.

Tidak itu saja, ungkap Ferry, Dinas PU juga akan memasang jaring sampah di sungai. Kemudian, melakukan optimalisasi pembersihan seluruh endapan-endapan dalam saluran drainase eksisting yang ada, mengoptimalkan operasionalisasi dan pemeliharaan kanal banjir, termasuk keberadaan pintu air. Dinas PU juga akan membangun drainase primer dan sekunder untuk mendukung drainase yang sudah ada, serta melakukan pembangunan sumur resapan dan lubang biopori. Sedangkan untuk program jangka panjang, Dinas PU akan melakukan penanganan di wilayah hilir, tengah dan hulu sungai,” paparnya.

Givan/Hms

Bagikan

Tinggalkan Balasan