UM Sumatera Barat Laksanakan Masa Ta’aruf Mahasiswa

 

UM Sumatera Barat
Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, Dr. Riki Saputra, M.A

Sumbartodaynews.com – Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UM Sumatera Barat) Dr. Riki Saputra, M.A, resmi membuka MASTA (Masa Ta’aruf) mahasiswa baru tahun akademik 2021/2022. MASTA UM Sumatera Barat kali ini diikuti sebanyak 1.079 peserta yang berasal dari 11 Provinsi, yang dilakukan secara daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan).

Pembukaan MASTA UM Sumatera Barat ditandai dengan pemukulan Tambua (Tambur) oleh Rektor UM Sumatera Barat bersama Wakil Rektor I, II dan III serta Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat.

Dalam sambutannya, Dr. Riki Saputra mengucapkan selamat datang bagi mahasiswa baru yang telah menentukan pilihan untuk berkuliah di UM Sumatera Barat. Dalam MASTA ini ada nilai silaturahim untuk saling mengenal dengan teman baru, Rektor, Wakil Rektor dan dosen, dan seluruh yang terlibat dalam  kegiatan akademik kampus UM Sumatera Barat.

“Selamat bergabung adik-adik mahasiswa, kuatkan niat, kuatkan tekad, mantapkan langkah, ayunkan tangan bersama kami UM Sumatera Barat, Itulah pentingnya kita kolaboratif, adaptif, kreatif dan inovatif sesuai dengan tema MASTA kita ” katanya di Convention Hall kampus I UM Sumatera Barat, Selasa (5/10).

Baca Juga  HUT RI ke-77, Wabup Risnawanto Hadiri Penyerahan Remisi Umum Narapidana dan Anak di Lapas Terbuka Kelas II B Pasaman

“Hilangkan rasa malas, hilangkan rasa rendah diri,” sambung Riki Saputra.

MASTA UM Sumatera Barat

Masta UM Sumatera Barat kali cukup spesial karena dihadiri oleh Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A. dan Wakil Gubernur Sumatera Barat Ir. Audy Joinaldy, S.Pt, M.Sc, M.M, I.P.M, ASEAN.Eng.

Nadiem Makarim menyampaikan ucapan selamat datang kepada mahasiswa baru. “Kepada adik-adik saya ucapkan selamat datang dikehidupan baru sebagai mahasiswa, dalam kesempatan ini saya ingin ingatkan kepada teman-teman bahwa menjadi mahasiswa tidak sama dengan kenaikan jenjang sekolah, mahasiswa memiliki kemerdekaan yang lebih luas untuk menentukan arah masa depan. Oleh karena itu kami dari KEMENDIKBUDRISTEK memberikan hak kepada mahasiswa untuk belajar selama tiga semester diluar lingkungan kampus melalui program kampus merdeka”.

Nadiem menambahkan, “Teman-teman bisa memanfaatkan program kampus merdeka ini dengan magang di perusahaan, aktif di organisasi sosial dunia, melakukan study independen, membangun desa, melakukan riset, mengerjakan proyek kemanusiaan, merancang dan merintis wirausaha, melakukan pertukaran mahasiswa di dalam dan diluar negeri, atau mengajar di SD / SMP melalui program kampus mengajar. Program ini kami rancang untuk mahasiswa dengan keragaman minat dan ketertarikanya untuk mendapatkan pengalaman yang tidak akan di dapat dalam kelas, semoga pengalaman itu bisa menjadi kendaraan bagi kalian untuk meraih masa depan, ucap Nadiem Makarim.

Baca Juga  Wabup Risnawanto Hadiri Peletakan Batu Pertama Masjid Batu Durian Tibarau Jorong Anam Koto

Selanjutnya Ir. Audy Joinaldy yang akrab disapa masyarakat Sumatera Barat dengan sebutan Uda Wagub saat mengisi acara talkshow MASTA UM Sumatera Barat berpesan kepada mahasiswa.

Saat ini Indonesia sedang dilanda pandemi yang menyebabkan banyak perubahan dalam hidup manusia, ada empat perubahan yang terjadi dalam kehidupan selama masa pandemi ini salah satu perubahan yang sangat besar adalah percepatan digitalisasi yang sangat masif, baik digitalisasi di bidang goverment, bisnis, ekonomi, kultur sosial, bahkan pendidikan.

Audy Joinaldy
Uda Wagub Menyapa Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Oleh sebab itu maka terciptalah era distruption yang memiliki sifat menggerus, penggerusan ini mencakup disegala bidang salah satunya penggerusan lapangan pekerjaan, sebagai contoh pegawai pos, penjaga pintu tol, teller bank dan lain sebagainya posisi mereka sudah banyak tergantikan oleh digitalisasi. Tapi jika kita bisa memahami kondisi dan situasi, dalam era ini juga banyak tercipta lapangan pekerjaan lainya. Jadi kita posisinya dimana, kita harus bisa menempatkan diri, kalau kita tidak ingin ikut tergerus maka kita harus jadi penggerus.

Baca Juga  190 Kontingen, Ikuti Pawai Alegoris Pembangunan 2022

Kita harus bisa menjadi generasi yang kreatif, dinamis dan inovatif itulah tiga kunci yang harus kita kuasai. Sebelum undur diri Uda Wagub menghimbau untuk memberikan dukungan dan do’a kepada atlet Sumbar yang sedang bertarung di medan laga pada ajang PON XX Papua yang sedang berlangsung saat ini.

 

 

 

 

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan