Ungkap Adanya Pungutan Liar (pungli) Biaya Pemakaman

 

Bandung Sumbartodaynews – Keberanian Yunita Tambunan mengungkap adanya pungutan liar (pungli) biaya pemakaman jenazah orang tuanya yang terpapar COVID-19 di TPU Cikadut Kota Bandung, mendorong keluarga korban lainnya ikut buka suara.

Kali ini Agustinus Wattimena, warga Komplek Girimekar Permai Kota Bandung, Jabar, bercerita tentang pemakaman jenazah tantenya, Geertruida Kountul Rengkuan yang meninggal dunia setelah terpapar COVID-19 dan dimakamkan di TPU Cikadut Kota Bandung, Jabar, Kamis (1/7/2021) malam. Menurut Agustinus, ia dimintai biaya pemakaman sebesar Rp 3 juta.

“Saya juga menjadi korban pungli, diminta bayaran pemakaman Rp 3 juta. Setelah sedikit berdebat, kita serahkan dana yang diminta Rp 3 juta,” kata Agustinus.

Ia mengaku tidak ada bukti penyerahan uang Rp 3 juta tersebut.

Baca Juga  PT PLN (Persero) terus berupaya memulihkan jaringan listrik yang terdampak erupsi Gunung Semeru

“Hanya video waktu penyerahan dana tidak ada, karena mereka (oknum petugas) tidak mau kita rekam. Tanda terima pun tidak ada,” beber Agustinus.

Menurut Agustinus ketika jenazah tantenya tiba di lokasi pemakaman, dipikul dan dimasukkan ke liang lahat yang dalamnya hanya kurang lebih selutut (sedengkul) orang dewasa. Bahkan ia tidak melihat petugas memegang satu cangkul (pacul) pun saat akan menimbun liang lahat. Petugas mengais-ngais tanah hanya menggunakan tangan. Kurang-lebih setengah jam kemudian baru tiba cangkul di lokasi.

“Ini saya rekam semua dan ada videonya sebagai bukti. Di video itu benar adalah saya, istri dan beberapa saudara saya yang hadir saat pemakaman,” tambah dia.

Di bagian lain Agustinus juga menceritakan saat sedang menunggu kedatangan jenazah, ia sempat ditanyakan oleh sejumlah orang, apakah sedang menunggu jenazah non-muslim

Baca Juga  PT PLN (Persero) terus berupaya memulihkan jaringan listrik yang terdampak erupsi Gunung Semeru

“Ya, saya sedang menunggu kedatangan jenazah keluarga yangbsedang dalam perjalanan dari rumah sakit,” jawab Agutinus tanpa ada rasa curiga.

Awalnya Agustinus mengaku tidak paham dengan pertanyaan itu.

“Setelah saya kaitkan dengan pemberitaan di luar, saya menyimpulkan bahwa orang-orang ini mungkin masih satu kelompok yang sedang menyamar dan menunggu jenazah dari keluarga lain dan mencoba mengorek info, apakah ada jenazah non-muslim,” ujarnya.

#ctl

Bagikan

Tinggalkan Balasan