Wali Kota Medan Minta Kepada Seluruh DP2K Siaga Penuh Dalam 24 jam

MEDAN, Sumbartodaynews – Wali Kota Medan Minta Kepada Seluruh DP2K Siaga Penuh Dalam 24 jam. Dengan jumlah penduduk Kota Medan cukup padat yakni 2,5 juta jiwa lebih, potensi terjadinya musibah kebakaran tentunya sangat besar. Oleh karenanya Wali Kota Medan Bobby Nasution minta kepada seluruh jajaran Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan untuk senantiasa siaga penuh dalam 24 jam. Begitu terjadi kebakaran, mereka diharapkan langsung cepat turun memadamkan api sekaligus menyelamatkan masyarakat dari musibah kebakaran tersebut.

“Kesiapsiagaan kita semua harus bisa dijaga dalam 24 jam. Untuk itu kondisi fisik dan mental harus siap siaga. Apabila kondisi fisik dan mental kita siap, maka sebesar apa pun tugas yang dihadapi dapat dijalani dengan baik. Oleh karenanya apa-apa saja yang bisa merusak, fisik maupun moral kita harus dihindari,” kata Bobby Nasution saat menjadi Pimpinan Apel Akbar Dinas P2K di Kantor Dinas P2K Jalan Borobudur Medan, Senin (6/12).

Baca Juga  PT PLN (Persero) terus berupaya memulihkan jaringan listrik yang terdampak erupsi Gunung Semeru

Terkait itu, Bobby Nasution menegaskan kepada seluruh jajaran Dinas P2K maupun OPD lain yang bersentuhan langsung dengan masyarakat jangan sampai ada atau pun kedapatan menggunakan maupun memiliki hal-hal yang bertentangan secara hukum maupun agama karena akan merugikan diri sendiri dan keluarga.

“Untuk itu saya minta semua yang disini agar selalu menjaga kesiagaan baik fisik maupun mental. Jauhi diri kita dari perbuatan yang sifatnya merusak diri, masa depan dan keluarga. Kita akan terus pantau,” tegasnya didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat M Sofyan.

Selain apel akbar, tanpa diketahui personil Dinas P2K, dilakukan pemeriksaan test urine seluruh bekerjasama Rumah Sakit Bhayangkara TK II Medan. Usai apel, satu persatu petugas pemadam kebakaran menjalani tes guna memastikan apakah yang bersangkutan positif atau negatif narkoba. Apabila positif, petugas yang bersangkutan akan menjalani rehabilitasi.

Sementara itu Kadis P2K Kota Medan Albon Sidauruk menjelaskan, pemeriksaan urine dilakukan guna mendukung visi dan misi Wali Kota Medan yakni Medan Bersinar (Bersih Narkoba). Hal itu, jelasnya, harus dimulai dari diri sendiri. Terkait itu, imbuhnya, Dinas P2K bekerjasama dengan RS Bhayangkara TK II Medan melaksanakan tes urine.

Baca Juga  MOMEN BERSEJARAH : NY. DEWI SUTAN RISKA IKUTI KONGRES BUNDO KANDUANG SE-DUNIA

“Tes urine dilakukan untuk seluruh jajaran Dinas P2K, termasuk saya. Tujuan kita untuk mendeteksi dini supaya tidak berlarut. Sebab, orang yang ketergantungan narkoba itu menjadi korban. Apabila dalam pemeriksaan urine ada yang positif narkoba, kita akan berkoordinasi untuk dilakukan rehabilitasi agar yang bersangkutan sehat kembali dan kerjanya pun akan bagus kembali,” jelas Albon.

Seperti yang disampaikan Wali Kota agar seluruh jajaran Dinas P2K senantiasa siaga 24 jam, jelas Albon, tentunya seluruh petugas harus sehat dan fit serta terhindar dari segala gangguan kesehatan apapun. “Bagaimana kita bisa menolong orang jika dalam kondisi tidak sehat. Itu prinsipnya yang kami lakukan hari ini,” ungkapnya.

Baca Juga  Korpri TNI AD Berikan Bantuan Korban Gempa Cianjur

Dikatakan Albon, selain Dinas P2K Jalan Borobudur, test urine juga dilakukan Unit Pelayanan Teknis (UPT) Dinas P2K di Amplas, Kawasan Industri Medan (KIM) serta Belawan. Total seluruh petugas yang diperiksa sebanyak 262 orang mulai aparatur sipil negara (ASN) dan petugas harian lepas (PHL). “Mudah-mudahan tidak ada yang positif, tadi dari 32 petugas kita yang sudah menjalani pemeriksaan semuanya negative,” jelasnya.

WIRA/hms

Bagikan

Tinggalkan Balasan